Sex dan Politik

Seiring dengan perkembangannya, politik kini telah menjadi suatu alat untuk menggapai suatu kekuasaan namun lacur tidak dapat ditolak bahwa politik sering kali ditunggangi dengan kepentingan pribadi beserta pernik-perniknya sehingga dengan segala caralah ditempuh guna mencapai tujuan tersebut. Sejarah berkata bahwa politik (entah itu politik di dunia Islam maupun di Barat), tidak bisa dilepaskan dengan sex (wanita). Dengan sex (wanita) seseorang politikus bisa menanjak karir politiknya atau bisa sebaliknya dan bahkan dengan menggunakan media sex (wanita) bisa menimbulkan suatu pemberontakan, sehingga ada adagium yang mengatakan bahwa dibelakang orang besar adalah wanita. Dan telah banyak masalah tersebut diangkat dalam film kolosal salah satunya adalah film Troy, film tersebut menceritakan tentang perebutan kekuasaan yang di latarbelakangi skandal dengan seorang wanita.

Di dalam dunia Islam sendiri kenyataan tersebut telah dimulai sejak zaman dinasti Abbasiyyah, seorang wanita yang bernama Dzat al-Khal dia mau dijadikan seorang budak oleh Harun ar-Rasyid setelah khalifah mau bersumpah untuk memenuhi apa pun permintaan perempuan itu, yaitu diantaranya mengangkat suaminya menjadi menjadi seorang gubernur.1 Tidak Cuma itu, kasus tersebut pernah juga terjadi di Indonesia pada zaman kerajaan, baik itu kerajaan pra Islam maupun Islam bahkan baru-baru ini pun kejadian tersebut terulang kembali, entah kenapa para politikus tidak belajar dari sejarah. Pramoedya ananta Toer mengatakan, “kalau orang tidak tahu sejarah, ia tidak akan paham masa kini, apalagi masa depan. Semua kesalahan yang kita lakukan selama ini terjadi karena kita tidak tahu sejarah.”

Baiknya kita mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau sehingga kita dapat memetik pelajaran dari peristiwa tersebut, pada kerajaan pra Islam yaitu kerajaan Singosari, rajanya Ken Arok, sebelum menjadi raja dia mempunyai skandal dengan istri akuwu Tumapel Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes, sehingga Ken Arok dapat mengambil kekuasaan atas daerah Tumapel tersebut2. Pada zaman revolusi kejadian tersebut pernah terjadi juga yaitu pada tahun 1963, seorang menteri agama yang benama K.H Zaifuddin Zuhri memohon kepada Soekarno agar menghentikan tuntutan atas tuduhan korupsi yang ditujukan kepada Wahib Wahab mantan menteri agama dan putra seorang ulama besar di Tambak Beras Jombang K.H Wahab Hasbullah. Sebaliknya Soekarno meminta menteri agama menikahkan dirinya dengan Haryati, sebagai istri ketiga3. Dan baru-baru ini kasus yang mencuat dipemukaan adalah kasusnya yahya Zaini dengan Maria Eva yang menghebohkan gedung dewan serta menghancurkan karir politikus asal Golkar tersebut, meskipun sebagian anggota dewan seperti Permadi{seorang paranormal sekaligus politikus} mengakui kasus tersebut sudah biasa terjadi di gedung dewan bahkan beliau pernah menemuinya di kantor, dia berpendapat mungkin Yahya Zaini lagi apes saja.

Itulah wajah gelap perpolitikan kita saat ini khususnya Indonesia, orang telah menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan. Bahkan penulis dapat kabar dari sahabat penulis bahwa tingkat perceraian di Jakarta semakin tinggi saja, bagaimana tidak untuk memenangkan dan melancarkan deal-deal politik disana sudah biasa dilakukan dengan mengunakan sex, sehingga sering terjadi Quicky Sex diantara mereka sehingga menimbulkan kerenggangan antara suami Istri ketika pulang ke rumah.

kesimpulan ini semua adalah, bahwqa antara sex dan politik sebenarnya memang tidak dapat dipisahkan. sex dan politik telag ada sejak jama bahula. yang perku diperhatikan oleh kita semua adalah bagaimana membentingi diri agar tidak terlena dengan permainan dan kepentingan sex dan politik. so, be wise man…..!!!

catatan:

1. Philip K. Hitti, History of The Arabs terj Dedi Slamet Riyadi (Jakarta, Serambi Ilmu Semesta, 2005) hlm. 426

2. Soekmono, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2 (Yogyakarta, Kanisius, 1981) hlm.61

3. Andree Feillard, Nu Vis-à-vis Negara (Yogyakarta, LKIS, 1999) hlm 92

2 Balasan ke Sex dan Politik

  1. Ahmad Kurnia berkata:

    ass.
    sangat setuju kalau perpolitikan selalu beriringan dengan sex. katanya sih bumbu yang bisa meningkatkan adrenalin perpolitikan, jadi jangat kaget banyak para politikus kita yang terlibat skandal sex. Tahta, harta, wanita memang godaan klasik yang dihembuskan bagi yang terlena dalam buaian kekuasaan yang membutakan, tapi yang membentengi jelas Agama. Anehnya malah banyak orang yang alergi untuk memasukan agama kedalam politik, padahal sinergitas agama dengan politik jelas bisa melahirkan energi yang dahsyat.
    Wass.
    Ahmad kurnia
    http://inohonggarut.blogspot.com

  2. Q Bo berkata:

    dari awalnya bermain politik selalu kotor, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, uang, intrik, penipuan dll. nggak heran khan kalo yang ada digedung dewan sekarang ini kebanyakan preman-preman, karena mereka-mereka itu yang mampu melakukan perbuatan tidak baik seperti diatas, Jadi kalo kemudian terus kebablasan, ya…. itu konsekuensi logis aja, maka saya setuju dampingkan politik dengan agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s