Sakauw

Alkisah pada sebuah masa nan sibuk di akhirat, dua malaikat sedang berbicang santai sembari nongkrong mengawasi barisan manusia yang akan ditimbang berat pahala maupun dosanya. “Bro, sebagai malaikat senior, dengan hanya melihat sekilas saja kita seharusnya bisa menentukan penyebab kematian manusia-manusia ini.” malaikat pertama membuka pembicaraan. “Wah, gimana tuh caranya bro?” tanya malaikat kedua. “Yah, kamu gimana sih? Cukup dengan melihat kenampakan mereka saja lah.” jawab malaikat pertama. “Coba lihat yang satu itu, itu lho yang badanya kurus kering, tampang semrawut, dan matanya cekung. Coba kamu tebak dia dulu matinya kenapa hayo?” sambung malaikat pertama. “Kurang gizi kali bro.” jawab malaikat kedua sekenanya.

Hus, ngawur kamu! Dia itu bukan kurang gizi, kalo yang kurang gizi sana cari di barisan dari Indonesia. Dia itu mati karena sakauw bro!” tegas malaikat pertama. “Sakauw? Balabencana macam apa pula itu bro?” tanya malaikat kedua. “Yah, ente ini kagak up to date banget bro. Makanya kalau disuruh dinas ke bumi jangan bolos, jadi kuper deh.

Sakauw itu sakit karena putauw. Lha putauw itu adalah salah satu narkotika dan zat-zat terlarang yang dulu mewabah dikalangan umat manusia. Lihat baik-baik bro. Sebuah harga yang mahal hanya demi sebuah pelarian dan kepuasan semu kan?” terang malaikat pertama. “Wah, setuju bro.” jawab malaikat kedua mengamini.

“Nah kalo yang itu matinya kenapa bro?” Tanya malaikat kedua sembari menunjuk sosok yang jalan sembari tersengal-sengal menahan batuk. “Wah, masa kagak bisa nebak sih bro?” jawab malaikat pertama agak kecewa. “Itu mah karena sakauw juga!” lanjut malaikat pertama mantap. “Halah, gawat bener ya masalah yang ditimbulkan narkoba itu. Sampai banyak yang kecanduan gitu.” gumam malaikat kedua.

Kalo yang itu bukan karena narkoba bro.” sela malaikat pertama. “Lha terus? Katanya tadi juga sakauw?” protes malaikat kedua. “Kalo yang itu sakauwnya lain. Yang ini sakauw-nya sakit karena tembakauw.” jawab malaikat pertama sembari tergelak. “Halah, ditanya serius malah main plesetan segala.” sungut malaikat kedua. “Weh, serius bro. Sebagian manusia itu hobinya membakar uang dalam bentuk tembakau dengan alasan mencari kenikmatan. Padahal hampir seluruh perokok itu tahu lho kalau kebiasaan buruk mereka itu bisa merugikan kesehatan. Apa itu tidak mendzalimi diri sendiri namanya?” cerocos malaikat pertama. “Iya deh bro, ente benar.” jawab malaikat kedua pendek.

“Lha kalo yang itu kenapa bro? Kok kelihatannya lain daripada yang lain?” tanya malaikat kedua sembari menunjuk sosok yang berjalan gontai sembari memegang setangai bunga mawar merah. “Yang mana sih?” tanya malaikat pertama penuh selidik. “Itu tuh, yang di lehernya ada seutas tali tambang.” jawab malaikat kedua sembari menunjukkan sosok yang dimaksud. “Oh ane tahu bro. Itu pasti dulunya mati gantung diri!” pekik malaikat kedua yakin.

Malaikat pertama hanya menghela nafas sembari menjawab dengan agak malas, “Itu mah klasik bro. Karena sakauw juga. Cuma agak lain sakauw-nya.” jelas malaikat pertama. “Agak lain gimana?” desak malaikat kedua. “Kalau yang itu sakauw-nya sakit karena wanita lah yauw. Wekekeke.” jawab malaikat pertama sembari ketawa ngakak (by Aa’ Ndutz).

Satu Balasan ke Sakauw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s