Teori Wujud

god_cover_big.jpgAlam ini banyak gejalanya dan selalu berubah. Oleh karena itu, alam tidak mungkin timbul dari dirinya sendiri, melainkan harus ada penciptanya. Pencipta alam ini adalah Tuhan. Dia Mahaesa, Mahatunggal, Dia Mahaazali, Mahaabadi, dan Dia Mahamandiri. Dia melampaui benda dan ruh. Karena tidak ada persamaan samasekali antara Dia dengan segala sesuatu, berarti Dia tidak mungkin diberi sifat kecuali dengan sifat-sifat “negatif”.

Dia bukan materi, Dia tidak dapat disifati bahwa Dia bergerak atau diam; tidak dapat dikatakan bahwa Dia ada dalam waktu atau ruang; dan tidak mungkin ada sifat yang bias dinisbatkan kepada-Nya, karena hal itu berarti mempersamakan Tuhan dengan dengan makhluk-Nya, dan juga membatasi-Nya. Dia tidak berhingga. Dia sempurna dan tidak memerlukan sesuatu. Kita tidak dapat memahami tabiat-Nya, kecuali bahwa Dia menciptakan segala sesuatu; Dia diatas segala sesuatu; dan hakikat-Nya tidak dapat dijangkau oleh akal.

* Pandangan Filsafat Neo-Platonisme tentang keberadaan (eksistensi) Tuhan

Pos ini dipublikasikan di Religions. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s