Impor Beras lagi….

“Kalo mau nanam beras, di Vietnam aja…”, begitulah kira-kira pesan yang disampaikan lewar karikatur pada sebuah Koran. Ironis memang, sebuah Negara agraris yang sampai pada saat ini masih belum bisa berswasembada beras. Padahal kalo ditilik dari sejarahnya, Indonesia, terutama Jawa, adalah penghasil beras no 1. hal itu bisa dilihat dari nama pulau jawa pada masa lampau, Jawa Dwipa.

Lalu apa makna di balik ini semua? Pemerintah masih belum bisa menempatkan dirinya sebagai point of origin dari titik perubahan atas ketersediaan beras di Tanah Air. Fungsi pemerintah dalam hal ini sebenarnya mengkampanyekan swasembada pangan atau beras. Lalu apa lacur, sampai saat ini pun pemerintah masih mengimpor beras dari Vietnam.

Menurut hemat saya, Bulog lah yang seharusnya bertanggung jawab terhadap ketersediaan beras di Negara ini. Namun, fungsi Bulog yang semula sebagai penyangga beras dan kestabilan harga beras sudah bergeser menjadi profit oriented organization.

Bagaimana bisa menjaganya kalo bulog sendiri mencari untung dengan adanya permintaan beras yang meningkat di masyarakat. Belum lagi adanya skandal Bulog-Gate beberapa tahun yang lalu. Hal ini menunjukkan ketidak profesionalan pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya. Namun, kalo saya yang jadi pemerintah, kayaknya saya juga ga berani menjanjikan akan ketersediaan pangan di Indonesia. Heheheh….

Alasan yang ada menjadi bermacam-macam. Gagal panen Karena banjir, kekeringan, puso, penyakit dan sebagainya. Namun kalo kita melihat lebih jauh lagi, manajemen pupuk juga payah. Ketersediaan pupuk juga menjadi kendala. Pupuk yang harusnya ada dan tersedia pada masa tanam, menjadi langka. Bahkan kalau ada pun harganya mencapai selangit. Permainan lagi…..

Pada saat panen pun, harga jual menjadi murah. Gabah kering tidak bisa menutup biaya operasional petani. Halah..petani lagi yang kena imbasnya. Pada akhirnya terjadi sikap malas dan pasrah petani untuk menanam padi. Kebanyakan mereka berpikir untuk menyimpan sendiri Gabahnya di lumbung mereka masing-masing dan hanya digunakan pada saat membutuhkan, dan hanya sedikit yang dijual.

Nah loe…..makanya, mendingan nanam beras di Vietnam aja, ntar bisa diekspor ke Indonesia. Dapat untung gede, devisa Negara nambah (Vietnam), juga mengangkat nilai ekspor Negara Vietnam. Heheheh……….😀

Pos ini dipublikasikan di Economy & Business, Other, Politics. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Impor Beras lagi….

  1. pujangga bermulut pedas berkata:

    Supaya neraca perdagangan bilateral antara Indonesia dan Vietnam tidak timpang -sehubungan dengan impor beras dari Vietnam-, saya mengusulkan agar pemerintah segera menjajaki peluang impor curhat ke Vietnam. Untuk teknisnya dapat menunjuk Ah-Say sebagai personel in charge.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s