Prostitusi Syariah Sebagai Solusi Sosial (part I)

Menurut kodratnya, selain sebagai makhluk individual manusia juga sebagai makhluk sosial artinya ia selalu membutuhkan masyarakat dalam kehidupannya. Harus ada pergaulan, saling kenal, kerjasama dalam memakmurkan dunia. Allah berfirman, Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. ( QS. Al-hujurat: 13) ayat ini merupakan himbauan untuk saling berinteraksi, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam lapangan pergaulan, baik di tempat kerja, tempat belajar, atau pada acara-acara tertentu, terkadang terjalin hubungan asmara antara lawan jenis yang biasanya berlanjut dengan pacaran. Hubungan ini terkadang berlanjut pada perkawinan. Allah sendiri tidak menafikan perasaan tersebut, tapi lacur ketika ikhtilath (pergaulan) itu mencipkatan perbuatan yang tidak senonoh yang dilakukan oleh pasangan yang belum menikah bahkan dilakukan oleh pasangan yang telah bersuami atau beristri atau dengan istilah bobo’ siang dan yang lebih mengenaskan lagi tindakan tersebut terjadi pada bulan suci Ramadhan.

Read More….. 

Pos ini dipublikasikan di Other, Politics, Religions. Tandai permalink.