Chemistry of Love

“Cowok ideal gue? Yang pasti haruslah cakep, tinggi, putih, punya bodi atletis, dan agak-agak indo gitu lah. Selain itu, doi harus sayang sama gue en keluarga gue plus mau nerima gue apa adanya.” celoteh salah satu cewek yang nongkrong di sebuah kafe bareng sohib-sohibnya. “Duh non, kok kriterianya banyak banget sih? Kalau terlalu milih-milih ntar bisa jadi perawan tua loh.” salah seorang temannya menimpali. “Ya sebenarnya gak harus memenuhi semua kriteria yang tadi gue sebutin sih. Yang penting chemistry di antara kita berdua cocok.” terdengar yang ditanya menjawab dengan santai. Mendengar percakapan sekumpulan kaum hawa tersebut, Aa’ Ndutz –yang sedari tadi duduk di salah satu pojok kafe sembari menikmati segelas es cappuccino manis nan encer– mengeryitkan dahinya. Chemistry? Chemistry of Love? Duh!

Read More…..

Pos ini dipublikasikan di friendship, love, Other. Tandai permalink.