Ikan sungai dan Pil KB

aa-ndutz.jpgTahukah anda dengan mahluk yang satu ini? Orang aneh, lemu, hidup lagi. Ngomongnya celas-ceplos, apa yang ada di pikirannya langsung diceploskan tanpa menunggu aba-aba dari saraf malu nya.wah, berarti gak duwe isin dunk..? hahaha….dia adalah Aa’ Ndutz, seorang pejantan Tambun kelahiran tanah jawa.

Pada suatu ketika, dia berbicara mengenai degradasi moral bangsa, terutama di kalangan anak muda, yang saat ini sudah tidak lagi menjunjung tinggi arti sebuah virginity. A’a Ndutz kemudian menceritakan sebuah kisah mengenai kehidupan sekelompok anak muda yang ada di suatu Negara, dimana kebiasaan mengkonsumsi pil KB setelah berhubungan adalah hal yang lazim. Namun yang tidak lazim adalah akibat dari konsumsi pil KB tersebut bagi ekosistem disekelilingnya.

Kisah ini berawal dari keprihatinan para petinggi kota kecil tersebut akan menghilangnya sebagian besar populasi ikan disebuah sungai kecil yang membelah kota mereka. Terpicu oleh kenangan masa kecil –dimana mereka sering menangkap ikan di sungai tersebut, yang notabene kala itu jumlahnya sangatlah melimpah–, mereka memutuskan untuk mengundang sekelompok ilmuwan yang sangat berkompeten dibidang ekologi dan pencemaran lingkungan untuk menyibak tabir misteri dibalik menghilangnya sebagian besar populasi ikan di sungai tersebut.

Pada awalnya para ilmuwan menegarai bahwa akar permasalahan ini bersumber dari limbah sebuah pabrik manufaktur keping silikon yang berada di daerah hulu sungai tersebut. Namun setelah dilakukan penelitian yang intensif, tidak ditemukan tanda-tanda pencemaran pada perairan sungai tersebut. Kadar logam-logam berat –yang lazim ditemukan di dalam limbah pabrik manufaktur elektronik– di sungai tersebut masih berada dibawah ambang batas normal yang diizinkan oleh USEPA (United States Environmental Protection Agency).

Kemudian para ilmuwan memutuskan untuk meneliti anatomi ikan yang masih tersisa di perairan sungai tersebut. Hasilnya sungguh diluar dugaan, ditemukan adanya degenerasi kronis pada sistem reproduksi seluruh sampel ikan betina. Penemuan tersebut telah sedikit menyingkap kabut tebal pemecahkan misteri menghilangnya sebagian besar populasi ikan. Namun penemuan tersebut memunculkan sebuah pertanyaan baru, yaitu penyebab terjadinya degenerasi kronis sistem reproduksi pada ikan betina. Setelah diteliti lebih lanjut ternyata ditemukan kandungan hormon estrogen sintetis yang cukup tinggi di dalam tubuh ikan dan air sungai, dimana hormon tersebut bertanggung jawab atas terjadinya degenerasi kronis pada sistem reproduksi ikan. Usut punya usut ternyata kandungan hormon estrogen sintetis tersebut bersumber dari air buangan asrama mahasiswi yang terletak di salah satu sisi sungai tersebut. Tepatnya berasal dari air seni para mahasiswi yang mengkonsumsi pil pencegah kehamilan (after morning pill: sebutan untuk pil pencegah kehamilan yang dikonsumsi pada pagi hari setelah berhubungan seks), dimana komponen utama pil tersebut adalah hormon estrogen sintetis.

Sekilas memang semua ini murni masalah lingkungan, namun –jika kita mau arif dalam menyikapinya– semua tidak terlepas dari moral manusia juga. Karena kelestarian alam juga bisa dijadikan tolok ukur moralitas manusia (by Aa’ Ndutz).

Pos ini dipublikasikan di love, Other, Parenting, Style n Entertainment. Tandai permalink.

7 Balasan ke Ikan sungai dan Pil KB

  1. Cry-ep berkata:

    Uenaaaaak tenon lho kentes kuwi. Gak percaya ? Coba aja sendiri

  2. Cry-ep berkata:

    Uenaaaaak tenon lho kentes kuwi. Gak percaya ? Coba aja sendiri ndutz………………

  3. Aa' Ndutz berkata:

    Merokok itu paling nikmat dilakukan setelah makan. Yah, semua itu paling enak kalau dilakukan sesuai aturan.

  4. Jabrik berkata:

    Hahahahahah…………… fotone imu2….. hahahahahhaa…. Rahmat Kartolo, kaji Bokir, Anak gadjah makannya ketan, pikir sendiri *ETAN…!!!

  5. Mz Fer berkata:

    sing *etan, hayo mikir…..!!!😀

  6. de berkata:

    maap ndak komen. lagi streeessssssss

  7. cah saya berkata:

    mas2 mbok jo ngomong koyo mengkono gak sopan mbok seng tenan2 ngono lo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s