FLU MUSLIM (PENYAKIT UMAT MUSLIM)

Once upon a time, in a very far away land berjudul Indonesia yang katanya gemah ripah loh jinawi tapi rada-rada absurd. Tersebutlah dua makhluk fana yang berstatus ibnu sabil alias mahasiswa sedang berbincang intim. “Gila, gue dah ngulang ini mata kuliah sampai berkali-kali kok nilainya tetep aja jelek ya?” jerit ibnu sabil pertama sembari terbeliak memandangi papan nilai. “Iya nih, nilai gue juga cuma jalan ditempat.” terdengar ibnu sabil kedua menimpali seraya mengelus dada. “Ah, ini pasti gara-gara profesor botak itu emang sirik sama kita-kita!” tuduh ibnu sabil pertama meradang. “Bener bro, tuh lihat si semok binti lemot yang volume otaknya kalah dibanding dadanya aja bisa dapat A.” si ibnu sabil kedua mengamini. “Padahal kita kan selalu rajin titip absen dan tak pernah lupa copy-paste paper terbaik semester lalu kan?” sambung ibnu sabil pertama sembari mendengus kesal.

Aa’ Ndutz hanya bisa geleng-geleng kepala sembari terus memelototi si semok binti lemot –halah, gimana sih? –. Itulah, ilustrasi salah satu penyakit yang kini sedang menjangkiti penduduk negeri Indonesia, terutama umat Muslim disana. Penyakit apaan sih? Flu burung? Fluligami? “Bukan!” terdengar suara Aa’ Ndutz memecah keheningan. “Penyakit yang sedang merebak di kalangan umat Muslim di Bumi Indonesia adalah gemar menyalahkan orang lain atas kebodohan dan ketidakmampuan diri sendiri.” lanjut Aa’ Ndutz perlahan. “Aa’ menengarai hal ini merupakan dampak langsung dari keterpurukan umat Muslim secara global.” sambung Aa’ Ndutz dengan pilu.

Begitulah, dewasa ini banyak umat Muslim, khususnya para pemimpin dan cendekiawan sering menulis tentang keterpurukan dunia Islam yang disebabkan oleh sepak terjang dan konspirasi dunia Barat (baca: Yahudi beserta anteknya, Amerika, red). Pada akhirnya terbangun sebuah public opinion bahwa yang bertanggung jawab atas keterpurukan dunia Islam secara global adalah Yahudi dan Amerika. Ya, kelompok gangster yang digawangi oleh George Walker Bush, yang karib disapa Bush Jr. ini dianggap bertanggung jawab merusak umat Muslim dengan berbagai modus operandi, baik dengan muntahan timah panas dan ledakan bom di Palestina atau Iraq; atau lewat berbagai tipu daya, akal bulus, serta muslihat licik yang dikemas dengan begitu rapinya dengan merek post-modernisme (kira-kira artinya: what’s that was good, now is bad and vice versa, red). Pokoknya tembak dulu, tanya belakangan, tak lupa teriring jargon sinis: go ahead n make my day. Semua itu demi satu tujuan, dekandensi umat Muslim secara global!

Ngomong-ngomong, apakah Aa’ Ndutz setuju dengan opini tersebut? “Ya, setuju lah! Gila apa, emang gue kagak bisa lihat kayak si fulan yang satu itu?” sergah Aa’ Ndutz kesal. “Tapi ane kagak setuju kalo yang dikambing hitamkan hanya Yahudi dan Amerika saja.” sambung Aa’ Ndutz. Lha, terus siapa lagi Aa’? “Ya umat Muslim sendiri lah.” tandas Aa’ Ndutz mantap.

Alasan kenapa umat Muslim juga patut disalahkan adalah fakta bahwa kejahatan bisa terjadi bukan hanya karena adanya niat, namun juga karena adanya kesempatan –waspadalah, waspadalah!–. Nah, kesalahan umat Muslim adalah karena lengah yang selanjutnya menciptakan kesempatan bagi Yahudi dan Amerika untuk menebarkan bibit kejahatan mereka yang terkenal mujarab. beber Aa’ Ndutz panjang lebar.

Ini semua merupakan hukum sebab-akibat., Begini cah bagus, bagaimana ente mau berhasil dalam hidup ini adalah tanggung jawab ente sendiri bukan? Tergantung niat, usaha, plus doa ente sendiri bukan? Begitu juga nasib sebuah umat, dalam surat Ar- Ra’du (surat 13 ayat 11), Allah SWT dengan jelas mengatakan bahwa Dia tidak akan mengubah nasib sebuah umat kecuali atas usaha umat itu sendiri.” jelas Aa’ Ndutz.

Kita bilang umat Muslim jadi begini karena canggihnya konspirasi Yahudi dan Barat, walau itu nyata benar tapi kebodohan dan ketidakmampuan kita sebagai umat Muslim juga turut berperan aktif dalam semua keterpurukan ini.” “Singkatnya, ini semua gara-gara kepandaian mereka atau kebodohan kita? Dua-duanya sama benarnya kan –menurut rekan Aa’ yang mendalami tafsir hadis, kedua opsi jawaban itu secara definitif malah sama persis–?” Aa’ Ndutz melanjutkan. “Lalu ketika mereka menyusun rencana maha dahsyat untuk menjatuhkan umat Muslim, kemanakah kita waktu itu? Au ach, gelap! (gak bisa lihat kata si fulan yang tadi).

Ketika mereka menjalankan rencana mereka –rekan Aa’, seorang ahli theory of conspiracy, menyebutnya sebagai konspirasi global nan busuk namun mujarab–, lagi ngapain aja kita? umat Muslim lebih sibuk dengan pertikaiannya; sibuk mengklaim dirinya atau golongannya yang paling benar, sibuk berebut pengaruh, kekuasaan, dan kesenangan duniawi, sementara musuh-musuh Islam semakin solid dan terstruktur dalam mengacak-acak umat Muslim.” dengus Aa’ Ndutz geram. “Pertanyaannya, apakah kita sadar kalau telah dikadalin mentah-mentah? Atau paling tidak, setengah matang?” tanya Aa” Ndutz.

 

—-> bersambung

Pos ini dipublikasikan di Other, Politics, Religions. Tandai permalink.

3 Balasan ke FLU MUSLIM (PENYAKIT UMAT MUSLIM)

  1. passya berkata:

    duh panjang bgt….selamat belajar dan belajar bro….

  2. Jabrik berkata:

    tulung di edit lagi, paragraph diperbanyak, biar mata yang baca tidak cepat kesel….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s