About Aa’ Ndutz

aa-ndutz.jpgPejantan tambun bergelar pujangga bermulut pedas ini merupakan produk tulen tanah Jawa. Bahkan menurut legenda setempat, disebutkan bahwa yang bersangkutan masih terhitung berdarah biru. Dikenal sebagai pribadi yang hangat dan ramah, namun agak temperamental dan sedikit sinis –sebagian orang menganggapnya sarkastis–; sangat jujur dan tulus dalam mengemukakan apa yang menjadi isi hati maupun pikirannya, baik yang berupa pujian maupun cercaan. Ia adalah seorang perfeksionis tulen, yang selalu gundah dan resah melihat segala sesuatunya berjalan di luar aturan. Kesehariannya selalu dihiasi dengan kepulan asap rokok kretek kesayangannya dan segelas es cappuccino manis nan encer.

Ia menghabiskan sebagian besar masa mudanya untuk mempelajari life sciences, terutama ilmu ekologi dan pencemaran lingkungan di bangku kuliah. Namun pada kenyataannya ia lebih suka mempraktekkan ilmu bisnis yang dimilikinya bersama persaudaraan para makelar (brokerhood of white, black, and gray businessman) yang ia kenal semasa duduk bangku kuliah. Meskipun cukup lama berkecimpung di bidang lingkungan, ia sangat antipati dengan lembaga swadaya masyarakat lingkungan yang ia nilai sangat absurd. Seorang penyayang binatang yang lebih memilih untuk menentang spesies-nya sendiri jika mereka berbuat dzalim pada binatang.

Setelah lama jobless karena terlalu mengedepankan idealismenya dalam memilih pekerjaan, sekarang ia sedang disibukkan dengan embrio imperium bisnis yang sedang dirintisnya. Berkat kesempatan yang diberikan oleh salah seorang teman, ia kembali menekuni kegemarannya menulis. Mantan pengagum Adolph Hitler ini mempunyai visi yang tak kalah radikalnya dengan sang mantan idola. Namun misi hidupnya bisa dibilang sangatlah sederhana, yakni menjadi seorang nobody yang berubah menjadi somebody.

  1. AD
    Senin, Februari 5, 2007 pukul 8:54 pm | #1

    wah Aa’ yang baru ini bisa aja menyaingi Aa’2 yang lain yang dah tenar duluan. asal jangan ikutan poligami aja!!

  2. Senin, Februari 5, 2007 pukul 10:17 pm | #2

    sopo iku…. kok melu2 darah biru….

  3. Cry-ep
    Rabu, Februari 7, 2007 pukul 7:13 pm | #3

    Wedew….. tambahan sedikit buat profil Aa’ ndutz.

    Beliau suka sekali yang namanya bacem, kalaupun rendang bisa dibacem beliau pasti akan “memilih” rendang bacem daripada rendang padang. Dan paling anti kekentalan salah satunya adalah kopi buatannya selalu encerrrrrrrrrrr. Mungkin hanya masalah sper*a kental aja yang beliau suka. Lainnya tidak………..

  4. Selasa, Maret 13, 2007 pukul 12:20 pm | #4

    Salam kenal Aa’ yang penuh paradoks!

  5. pujangga bermulut pedas
    Kamis, Maret 15, 2007 pukul 5:15 pm | #5

    Well, what can i say? “Contradiction” is Aa’ Ndutz’s middle name. Sekarang yang bersangkutan menyatakan sudah tidak lagi menggemari minuman berjudul kopi, walaupun encer sekalipun. Kalau rokok kretek masih hobi, walau sudah berusaha keras mengurangi.

  6. Jumat, Maret 16, 2007 pukul 9:12 am | #6

    wah fotonya …. kaya kesambet ya… tatapannya kosong.
    hati2 lho pak dhe…

  7. Selasa, Mei 1, 2007 pukul 11:53 pm | #7

    mampir :)

  8. d’ tov
    Rabu, Mei 2, 2007 pukul 1:15 pm | #8

    Ass.WW.
    kasiantu fotonya!! lagi kelelegen garpu ta? cz di sana cuma ada sendok c..
    kayaknya isinya banyakan fitnahnya ya?????????????…..

  9. Kol. Goendhoel
    Senin, Juni 11, 2007 pukul 12:31 am | #9

    Desersi dari SS membuatnya menjadi seorang humanis yang besar (dalam arti sebenarnya). Penggemar 234. (Long Live 234…). ama Gudeg yg dibeli pagi buta….

  10. Selasa, November 6, 2007 pukul 7:57 am | #10

    “Mantan pengagum Adolph Hitler ini….”

    nah manteb tuh, Aa Adolph
    lum ada tuh
    :P

  11. harakatuna
    Minggu, Oktober 12, 2008 pukul 2:58 am | #11

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Aa, saya punya blog baru berisi tulisan/artikel keislaman. Kalau ada waktu, jangan ragu-ragu kunjungi saja blog saya: http://www.harakatuna.wordpress.com , disini kita bisa berdiskusi dan berbagi pengetahuan. Terima kasih atas perhatiannya, saya tunggu kunjungan Anda!
    (Harakatuna-Bandung)

  1. Belum ada trackback.