Beranda > Other > Bulan bukan benda alami

Bulan bukan benda alami

Rabu, September 27, 2006 Mz Fer Tinggalkan komentar Go to comments

untitled1.JPG
Dari sejumlah temuan baru setelah pendaratan ke bulan, terutama dari bahan pembentuknya, kemungkinan besar bulan itu diciptakan oleh manusia zaman prasejarah.

Begitu kita melepaskan diri dari teori evolusi terhadap belenggu kearifan kita, maka kita akan dapat melihat sejumlah besar keadaan yang tidak terbayangkan oleh kita, seperti misalnya dugaan bahwa bulan adalah ciptaan manusia. Di bawah berikut ini adalah keadaan sebenarnya yang ingin kami beritahukan kepada Anda, yaitu membuka belenggu
kearifan kita.

Planet Bulan?
Sejak Apollo mendarat di bulan pada tahun 1969, rasa misterius orang-orang terhadap bulan seakan-akan menurun. Dahulu, orang-orang berkumpul bersama di rumah saat hari raya pertengahan musim gugur, dan saat makan kue bulan, begitu menengadahkan kepala melihat rembulan di atas langit, dalam hati pasti merasa penasaran dan bingung. Penasarannya adalah dari mana sebenarnya bulan ini berasal? Dan bingung apa yang sebenarnya ada di atas bulan itu? Sastrawan pada masa Dinasti Song yaitu Su Dong Po dalam Sui Tiao Ge Tou paling bisa hanya menyuarakan rasa penasaran dan kerinduan bangsa China terhadap rembulan: Kapan adanya terang bulan? Dengan arak bertanya pada langit cerah. Tidak tahu di istana langit atas sana, hari ini tahun berapakah saat ini?

Setelah antariksawan mendarat di bulan, orang-orang tahu bahwa permukaan bulan adalah sebidang padang pasir tandus, diselimuti debu angkasa tak terhingga banyaknya, kosong melompong. Tetapi, tahukan Anda? Setelah mendarat di bulan, beberapa temuan baru yang didapatkan, malah membuat ilmuwan semakin bingung terhadap asal-usul bulan.

Saat ini pemahaman ilmuwan terhadap bulan telah melampaui imajinasi sebelum pendaratan di bulan pada waktu itu, bukti–bukti temuan ini bisa membuat pemikiran baru orang-orang terbuka, mengenal dan merenungkan kembali asal mula diri sendiri dan kehidupan, serta alam semesta.

Studi Awal
Sejak zaman dahulu, astronom setiap bangsa di dunia telah mengadakan pengamatan yang panjang terhadap bulan. Penampakan bulan yang mengembang bulat dan menyusut berbentuk sabit, selain menjadi obyek inspirasi penyair, lebih menjadi pedoman kerja penanaman sawah petani; penanggalan tradisional Tionghoa merupakan penanggalan yang berdasarkan peredaran bulan, berperiode 28 hari sebagai patokan. Pada masa lampau, orang-orang menemukan sebuah fakta yang sangat menarik, bulan selalu mengarah pada kita dengan satu permukaan yang sama. Kenapa? Melalui pengamatan yang panjang, orang-orang mendapati bulan bisa berputar sendiri, dan periode perputarannya sendiri persis sama dengan periode perputarannya mengelilingi bumi. Maka, biar di mana pun posisi bulan berada, bulan yang kita lihat dari atas bumi pasti merupakan satu permukaan yang sama, bayang-bayang di atas bulan selalu sejenis yang serupa.

Orang-orang bahkan memperhatikan, ukuran bulan kelihatannya sama besar dengan matahari. Matahari dan bulan dirasakan sama besarnya, namun pada kenyataannya apakah sama besarnya? Orang dahulu acap kali berhasil mengamati suatu fenomena alam yang aneh, mereka menyebutnya dengan istilah “dewa anjing menelan matahari”, di saat itu akan ada benda langit berwarna hitam menutup total matahari, langit siang hari yang terang benderang tiba-tiba menjadi gelap gulita, dipenuhi dengan kelap-kelip bintang, yaitu “gerhana matahari total” yang dikenal oleh ilmuwan sekarang ini. Pada saat gerhana matahari total, benda langit hitam yang kita lihat adalah bulan, ukuran bulan persis bisa menutupi matahari, artinya jika dilihat dari bumi, bulan dan matahari sama besarnya.

Belakangan astronom mendapati, bahwa jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari juga persis 395 kali diameter bulan, maka dilihat dari bumi, bulan persis sama besarnya dengan matahari. Diameter bumi adalah 12.756 km, diameter bulan 3.467 km, dan diameter bulan adalah 27%-nya diameter bumi.

Benda langit yang berputar mengelilingi planet, oleh ilmuwan disebut sebagai satelit. Sembilan planet besar pada sistem tata surya semuanya memiliki satelitnya sendiri. Di antara 9 planet besar tersebut ada mbeberapa planet yang sangat besar, seperti misalnya planet Jupiter, planet Saturnus dan lain sebagainya, mereka juga memiliki satelit yang mengedarinya, diameter satelit mereka sangat kecil dibanding planet itu sendiri. Maka, satelit yang besarnya seperti bulan, sangat unik di dalam sistem tata surya kita. Data-data yang kebetulan ini menyebabkan beberapa astronom mulai memikirkan sebuah masalah, yaitu apakah bulan terbentuk secara alami?

Bebatuan Bulan yang Lebih Tua
Setelah pesawat antariksa Apollo mendarat di bulan pada tahun 1969, dan mengambil contoh batuan dari atas permukaan bulan, melakukan berbagai pengujian, didapatkan data yang bisa dijadikan bahan analisa lebih mendalam terhadap struktur bulan.

Pertama-tama dibuat analisa usia terhadap bebatuan yang terkumpul, didapati bahwa usia bebatuan bulan sangat kuno, ada sejumlah besar usia bebatuan itu melampaui bebatuan yang paling kuno di atas bumi. Menurut statistik 99% usia bebatuan bulan melampaui 90% bebatuan kuno di atas bumi, usia yang berhasil dihitung adalah sebelum 4,3-4,6 miliar tahun. Ketika membuat analisa terhadap tanah permukaan bulan, didapati masa mereka lebih kuno lagi, ada beberapa yang bahkan lebih awal 1 miliar tahun dibanding usia bebatuan bulan, melampaui lebih dari 5 miliar tahun. Saat ini waktu yang diprediksi ilmuwan atas terbentuknya sistem tata surya kurang lebih 5 miliar tahun lebih, mengapa bebatuan dan tanah di permukaan bulan sejarahnya bisa begitu panjang? Para ahli juga berpendapat bahwa sulit untuk menjelaskan.

Rongga pada Bulan
Pembuktian kabut bulan mungkin bisa menjelaskan struktur bulan. Astronot yang mendarat di bulan, ketika akan kembali ke bumi, meninggalkan permukaan bulan dengan mengendarai pesawat pendarat kembali ke kabin antariksa, setelah menyatu dengan pesawat antariksa, pesawat pendarat itu dibuang kembali ke permukaan bulan. Alat pengamat gempa yang dipasang pada jarak 72 km mencatat getaran pada permukaan bulan, getaran ini terus berlangsung lebih dari 15 menit, sama seperti martil memukul lonceng besar dengan sepenuh tenaga, getaran berlangsung dalam waktu yang lama baru hilang secara perlahan-lahan. Ambil sebuah contoh misalnya, ketika kita memukul sebuah besi berongga dengan sekuat tenaga, akan mengeluarkan getaran ung… ung… yang terus bergema, sedangkan ketika memukul besi padat, getaran hanya akan bertahan singkat, akan berhenti pada waktu yang tidak lama. Gejala getaran yang terus berlangsung ini membuat ilmuwan mulai membayangkan apakah bulan itu berongga?

Ketika sebuah benda yang padat mendapat benturan, bisa mengeluarkan dua macam gelombang, satu adalah gelombang bujur (longitudinal), sedangkan satunya lagi adalah gelombang permukaan. “Gelombang bujur” adalah suatu gelombang tembusan, bisa menembus suatu benda, dari satu sisi permukaan melalui pusat benda dan disalurkan ke sisi lainnya. Dan “gelombang permukaan”, sama seperti namanya, hanya bisa menyampaikan pada permukaan yang sangat dangkal. Namun, instrumen kabut bulan yang dipasang di atas bulan, melalui catatan waktu yang panjang, sama sekali tidak berhasil mencatat atau merekam gelombang bujur, semuanya berupa gelombang permukaan. Dari gejala yang menakjubkan ini, ilmuwan membuktikan bahwa bulan itu berongga!

Berlapiskan Unsur Logam
Tidak tahu, apakah Anda memperhatikan, bila mengamati bulan pasti akan terlihat potongan bayangan yang hitam-hitam, dan itulah area bayangan hitam yang disebutkan oleh ilmuwan. Saat antariksawan mengambil bor listrik akan membuat sebuah lubang di sana, mereka mendapati bahwa itu adalah pekerjaan yang melelahkan, mengebor dalam waktu yang sangat lama, namun hanya bisa membuat lubang sedikit saja. Dan ini aneh rasanya, permukaan bulan bukankah semestinya terbentuk dari tanah dan bebatuan? Meskipun agak keras, namun tidak semestinya sampai tidak bisa masuk! Ketika dengan cermat dan teliti menganalisa struktur bentuk permukaan bulan pada area itu, ditemukan bahwa sebagian besar adalah suatu komposisi unsur logam yang sangat keras, yaitu unsur
logam titanium yang digunakan untuk membuat pesawat antariksa. Pantas saja bisa demikian kerasnya. Maka, komposisi keseluruhan bulan dapat dikatakan bagaikan sebuah bola logam yang berongga.

Dalam lubang kawah bulan terdapat lava dalam jumlah besar, ini tidak aneh, yang aneh adalah lava-lava ini mengandung sejumlah besar unsure logam yang sangat langka di bumi, misalnya titanium, kromium, itrium dll. Logam-logam ini semuanya sangat keras, tahan panas, anti-oksidasi. Ilmuwan menaksirkan, jika hendak melebur unsur-unsur logam ini, paling tidak suhunya harus di atas 2-3 ribu derajat, namun bulan adalah sebuah “planet dingin yang mati kesepian” di langit, paling tidak selama 3 miliar tahun tidak ada aktivitas gunung berapi. Lalu bagaimana bulan bisa menghasilkan begitu banyak unsur logam yang membutuhkan suhu yang tinggi? Lagi pula, setelah ilmuwan menganalisa contoh tanah bulan seberat 380 kg yang dibawa oleh antariksawan, didapati ternyata mengandung besi dan titanium murni, ini adalah golongan tambang logam murni yang tidak akan ada secara alamiah. Ini menunjukkan bahwa logam-logam ini bukan terbentuk secara alamiah, melainkan hasil leburan manusia.

Penemuan ini sekaligus menjawab pertanyaan yang sejak lama membuat bingung para ahli. Jumlah lubang kawah di atas permukaan bulan sangat banyak, namun anehnya, lubang-lubang ini sangat dangkal. Ilmuwan memperhitungkan, jika sebuah planet kecil yang berdiameter 16 km dengan kecepatan 50.000 km/jam terbentur dan hancur di atas bumi, maka akan mengakibatkan sebuah lubang besar dengan kedalaman berdiameter 4-5 kali lipatnya, artinya kedalamannya bisa mencapai 64-80 km. Dan sebuah lubang Kawah Gagrin yang merupakan kawah terdalam pada permukaan bulan, diameternya 300 km, namun kedalamannya hanya 6,4 km. Bila hitungan ilmuwan tidak ada kesalahan, bebatuan yang mengakibatkan lubang ini jika bertabrakan di atas bumi, akan mengakibatkan lubang besar yang paling tidak kedalamannya 1.200 km!
Mengapa di atas bulan hanya bisa menimbulkan lubang bebatuan yang demikian dangkal? Satu-satunya penjelasan yang mungkin dapat diberikan adalah lapisan kulit luar bulan sangat keras. Jika demikian, komposisi logam keras di permukaan bulan yang ditemukan sebelumnya cukup untuk menjelaskan gejala semacam ini.

Bulan Diciptakan oleh Manusia
Dua ilmuwan eks Uni Soviet dengan berani mengemukakan hipotesanya, menganggap bahwa bulan adalah sebuah kapal ruang angkasa yang telah mengalami perombakan. Dengan demikian, baru bisa secara sempurna menjelaskan dan menjawab berbagai macam gejala aneh yang ditinggalkan bulan untuk kita.

Hipotesa ini sangat berani, dan juga cukup banyak menimbulkan perdebatan, saat ini sebagian besar ilmuwan masih belum berani mengakui teori ini. Namun, kenyataan yang tidak diperdebatkan adalah, bahwa bulan memang benar-benar bukan terbentuk secara alami. Bulan bagaikan mesin yang sangat akurat, setiap hari menghadap bumi dengan segi yang sama, juga persis sama besarnya dengan matahari kalau dilihat sepintas. Permukaan luar adalah sebuah lapisan paduan kulit logam yang tinggi tingkat kekerasannya, bisa menahan serangan bebatuan yang kepadatannya tinggi dalam jangka waktu yang panjang, dan tetap sempurna seperti bentuk semula. Jika merupakan sebuah benda langit alamiah, tidak seharusnya memiliki begitu banyak ciri khas yang dibuat manusia.

Diperkuat dengan bukti bulan seperti planet logam titanium berongga yang diciptakan manusia, maka tidak sulit untuk membayangkan bahwa bulan seyogianya dipasang dan diletakkan di atas oleh “manusia”, segala ciri khasnya sekaligus menunjukkan, bahwa bulan diciptkan manusia bumi pada waktu itu. Jika demikian, sebelum adanya bulan, langit malam hari di atas bumi seharusnya sangat gelap gulita. Jika waktu itu di atas bumi ada manusia, lalu pada malam hari dan di atas permukaan bumi yang luas, mereka sangat sulit melakukan aktivitas apa pun, maka pantas saja dirancang sebuah cermin yaitu bulan, untuk ditempatkan di atas langit. Maka wajah atau pemandangan bulan yang paling asli adalah sebuah bola metal, yang tingkat keterangan cahaya pada zaman dahulu pasti lebih terang dibanding sekarang, seiring dengan perjalanan waktu yang panjang, di bawah kondisi tidak adanya lapisan atmosfer, dan ditutupi sejumlah besar bebatuan kosmos serta debu sehingga menjadi seperti sekarang ini. Dan bila saat ini kita menganalisa permukaan bebatuan dan tanah bulan, tentu saja mendapati usianya lebih lama dari pada bumi, membuat adanya perasaan sedikit fantastis.

Saat ini terhadap masalah yang tidak dapat dijelaskan dan tidak berani diakui ilmuwan, bila kita melepaskan bingkai-bingkai pemikiran yang sempit, menganalisa secara rasional akan menemukan banyak sekali fenomena yang sulit untuk dijelaskan namun sebenarnya sangat mudah dipahami. Berdasarkan sejumlah besar bukti yang ditemukan ilmuwan sejak awal sudah bisa dipastikan bahwa bulan adalah ciptaan manusia, merupakan ciptaan manusia prasejarah, lalu mengapa tidak bias mengambil kesimpulan terakhir? Sebab eksistensi manusia prasejarah, dapat dikatakan adalah merupakan pantangan ilmuwan, sebagian besar ilmuwan biar pun meneliti begitu banyak bukti dan teori yang tepat, namun saat menemui pandangan yang bertentangan dengan teori evolusi, maka siapa pun tidak berani mengemukakannya.

Padahal eksistensi manusia prasejarah yang memiliki peradaban yang sangat tinggi sudah ditunjukkan dalam penemuan-penemuan arkeologis belakangan ini. Sebagai contoh, penemuan tambang reaktor nuklir yang diperkirakan berusia 2 miliar tahun yang lalu di Republik Gabon, Afrika, yang lebih canggih dari pertambangan reaktor nuklir zaman sekarang. Semangat yang menuntut “kebenaran” seyogianya merupakan prinsip tertinggi dalam penelitian ilmuwan, apabila kita telah melompat keluar dari bingkai-bingkai pemikiran pendahulu, maka tidak sulit untuk membayangkan bahwa di antara sejumlah besar penelitian ilmiah, akan terdapat sebuah lompatan yang sangat cepat.

(Sumber :buku Prehistoric Civilitation: Inspiration for Mankind)

Categories: Other
  1. Rabu, September 27, 2006 pukul 5:46 am | #1

    jadi bingung. yang bener ciptaan tuhan pa manusia…? hehehe…..ada yang tahu?

  2. rnst
    Minggu, November 19, 2006 pukul 7:09 am | #2

    pasti ada mesin waktu.. manusia 1000taun d dpan balik k masa lalu. n buat bulan. hm.

  3. Senin, Desember 11, 2006 pukul 8:50 pm | #3

    katanya sih gitu..

  4. eva
    Senin, Desember 25, 2006 pukul 1:53 am | #4

    Subhanallah…

  5. Selasa, Desember 26, 2006 pukul 8:21 pm | #5

    kalo yang bUatan manusia tuh neH :
    Januari..februari..maret..en temen temen2-ne oM!!
    kalo Bulan yg diatas eh dibawah..eh diatas sana tUh aku percaya itu ciptaan ALLOH SWT!!.

    smoga g saLah kasih komeNt…hohoooo

  6. Rabu, Januari 3, 2007 pukul 5:51 am | #6

    menurut gue yach gue sich percaya dan yakin banget klo bulan itu ciptaan 4JJ I.so ciapa yank mengelak mo taruhan apa ma gue.

  7. Jumat, Maret 9, 2007 pukul 2:04 am | #7

    yang jelas semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan tuhan. baik yang secara langsung maupun melalui perantara manusia. karena segala sesuatu itu tidak akan ada kalau tuhan tidak MENGHENDAKINYA. Jadi jika ada yang menanyakan ciptaan siapa yang ada di dunia ini? itu adalah pertanyaan orang bodoh dan tidak berilmu.

  8. Rie
    Selasa, April 3, 2007 pukul 6:20 am | #8

    WAAAHHH….!!!
    jadi makin bungung nee…

  9. Bapao
    Minggu, April 22, 2007 pukul 5:05 am | #9

    masa iya?

  10. chika
    Selasa, Juni 5, 2007 pukul 9:24 am | #10

    mana mungkin bulan diciptakan oleh para manusia prasejarah..!!!!

  11. Kamis, Juli 19, 2007 pukul 1:41 am | #11

    ya ga munkin lah boro” nyiptain bilan bikin burger ja lum bisa hehehe lam kenal dari aku

  12. Kamis, Juli 19, 2007 pukul 1:42 am | #12

    ralat bulan bukan bilan hehehe

  13. Robbie
    Kamis, Agustus 2, 2007 pukul 7:16 am | #13

    Bull shit amat klo bulan bikinan manusia…itu mah cuma bualan bikinan orang-orang,lagian,klo gak ada yang beginian,mana ada hal seru buat di perdebatkan!

  14. Robbie
    Kamis, Agustus 2, 2007 pukul 7:18 am | #14

    bulan ntu gak mungkin bikinan manusia prasejarah(katro)!usia bebtuan bulan aja gak mendukung banget kalo bulan bikinan manusia

  15. Pengamat Ahli
    Rabu, Agustus 8, 2007 pukul 9:06 am | #15

    Berita tentang manusia mendarat dibulan aja sudah tidak benar.

    Coba baca lebih lengkap di google dengan kata kunci “mendarat dibulan”

  16. Minggu, Agustus 19, 2007 pukul 1:17 pm | #16

    Satu-satunya yang percaya di sini adalah AKU, ingat enggak ketika ada yang bilang bumi itu bulat….? semuanya mencemooh,

    Yah, yang namanya pendapat sah-sah saja, intinya biarkan waktu yang berbicara…. lalu terus lakukan penyelidikan. Aku mulai 1 tahun yang lalu sudah meng kliping berita-berita aneh seperti ini. Aku bahkan sempat tertawa keteka menemukan ulasan tentang : Perang Arjuna di Bharatayuda sudah menggunakan pesawat terbang dan Nuklir, atau persepsi bahwa sebelum adam sudah ada populasi manusia seperti kita sekarang ini, berteknologi maju : mobil, atom, dll namun punah akibat bencana alam dasyat (kiamat) lalu Tuhan ciptakan Adam sampai sekarang ini, lalu berakhir dengan kiamat lagi…. lalu mungkin Tuhan akan Ciptakan Adam versi II begitu seterusnya. (Gila enggak?) Tapi setelah membaca tulisan-tulisan orang yang dianggap pinter, bukannya aku tertawa, aku introspeksi diri aja bahwa pengetahuanku masih sangat minim. Nah kalau ada yang temen2 penasaran dengan hal-hal di luar logika seperti itu, bisa kita diskusikan di blog sederhanaku, atau interaksi langsung di YM —–> dolphin_paink (yang serius aja yang ditanggapai, yang cuma spam, ASBUN dan ideot/IQ rendah gaya pikirnya atau kalimat-kalimatnya kaya anak baru lulus TK maaf dengan sangat terpaksa akan saya cuekin….

  17. aad
    Kamis, September 27, 2007 pukul 6:16 am | #17

    ga mungkin banget bulan buatan manusia…yang ada sih roti terang bulan. kalo manusia bisa buat bulan, coba donk buat satu lagi untuk emak gue.

  18. Kamis, Oktober 4, 2007 pukul 3:33 am | #18

    bulan ciptaan manusia? that a stupid thing!!!! cuma pendapat orang yang ngaku pinter trus mengedepankan fakta2 yg menurut mereka ilmiah.
    itu pendapat mereka yang tidak mengakui eksistensi TUHAN Y.M.E. SANG PENCIPTA, seolah keajaiban di alam ini mustahil ciptaan TUHAN malah sebaliknya diakui kekuasaan manusia. Mirip dengan paham atheis dan akhirnya kembali ke pemikiran kuno teori evolusi yang memang bull shit!!!

  19. tami
    Selasa, Oktober 23, 2007 pukul 7:29 am | #19

    saya ngerasa jadi bingung, mau percaya apa nggak ya…..

  20. ~^____^~ laluna
    Jumat, Oktober 26, 2007 pukul 4:50 pm | #20

    the beauty moon has been created by human? awesome, fantastic, wonderful… hehe ;p

    .. andai bulan bisa ngomong kayak katanya Doel Sumbang, dia bakal bilang “hai manusia berakal, jangan membodohkan diri. Percayalah bahwa Allah SWT telah menciptakanku dengan segala keindahanku”

    oi.. lagi. apa 2 ilmuwan itu menjelaskan tentang bagaimana manusia Hi-Tech prasejarah membuat bulan berotasi hingga detik ini?

    manusia memang harus selalu berpikir (karena berakal), tapi jika pemikiran itu sudah mengganggu keimanan kita, buang jauh-jauh atau bahasa ddaerahnya ‘Throw it away!’, atau anda akan gila ;D, na’udzubillah min dzalik.

    1 lagi, karena namaku ada unsur rembulan.. aku nggak terima kalo aku pakai nama dari something yang seumur hidup kupercayai buatan Tuhanku diklaim buatan manusia. he… ;p maksa nih.

  21. laluni
    Sabtu, Oktober 27, 2007 pukul 11:43 am | #21

    hai Laluna. namanya ada unsur rembulan. orangnya kaya apa ya….? penasaran nih. heheh :-)

  22. Kamis, November 1, 2007 pukul 2:35 am | #22

    hmm, kata – katanya cukup logis. tapi apa bisa dibuktikan???? minimal gambarlah, atau apa kek….yg bisa buktiin semua itu. thanks

  23. Minggu, November 11, 2007 pukul 2:15 pm | #23

    mnurut aku sih bulan itu pasti ciptaan allah dan gak mnkn orang yg bwt, org bsr bgt.

  24. Mr.x
    Kamis, November 22, 2007 pukul 1:43 pm | #24

    BULL SHIT

  25. DhannSquare’y
    Kamis, November 29, 2007 pukul 1:45 am | #25

    Secara logika sih gak mungkin, Tapi hal gitu perlu kita selidiki, itulah Peranan kita sebagai ciptaan tuhan, mencari fakta tentang misteri ciptaan-Nya..itulah tugas kita semua….Ok friends……….thanksssssssttttttzzzzzzzz

  26. Minggu, Desember 9, 2007 pukul 9:31 am | #26

    g mngkn bgt lau moon di bwt org…bull shit abiz.moon 2 di bwt ma allah lah…lam knal………………………………………….

  27. jaru
    Rabu, Desember 26, 2007 pukul 8:58 am | #27

    bisa jadi bulan di buat oleh manusia atau penghuni bumi lain sebelum manusia atau mahluk Allah dari luar bumi atas ijin Allah, melalui perantara manusia atau tidaknya penciptaan bulan tidaklah penting, tapi pelajaran apa yang bisa kita ambil dari terciptanya bulan itu yang harus kita renungi.akankah dengan adanya bulan kita bertambah iman pada Allah atau sebaliknya,kafir!!

  28. ain
    Selasa, Januari 15, 2008 pukul 2:43 pm | #28

    Kita semua udah tahu langit dan bumi beserta isinya ciptaan Allah swt. jadi tak usah didebatkan lagi nanti kita jadi kafir

  29. Kamis, Januari 24, 2008 pukul 10:31 am | #29

    sebenarnya sederhana saja. orang yang percaya Tuhan, tapi membutakan diri terhadap ilmu pengetahuan adalah binatang bahkan tumbuhan. binatang pun mempunyai akal karena proses adaptasi dalam perjuangan hidupnya mempertahankan rasnya.
    apakah bulan ciptaan manusia atau ciptaan Tuhan? pertanyaan saya sederhana saja, siapakah Tuhan? pernahkah kita mengetahui apa dan bagaimana Dia? bukankah yang kita ketahui hanyalah jejak2 pemikiran dan pengalaman iman org2 terdahulu yang kita sebut nabi, santo-santa, auliya dll?
    jadi pada intinya, janganlah kita mencemooh pendapat org lain dengan mencap kafir, atheis atau istilah2 tak berbudaya lainnya. hanya sedikit yang diungkapkan oleh Tuhan pada manusia. justru yang sedikit itu yang sekarang dianggap menghebohkan dan orang yang mendapat pencerahan dari Tuhan dan melontarkan pendapat itu yang mendapat kecaman dan cemooh.
    sampai kapan kita mau hidup dalam abad kegelapan? sampai kapan kemajuan ilmu pengetahuan kita cap sebagai potensi bahaya yang merongrong kedaulatan Tuhan?
    Saya dan anda semua hanyalah makhluk hina yang kebetulan diciptakan sesuai citra-Nya dan mendapat keuntungan karena hembusan nafas-Nya. jadi biarlah ilmu pengetahuan terus berkembang dengan segala kontroversinya. ada atau tanpa ada ilmu pengetahuan Tuhan tetap eksis. ada atau tidak ada manusia Tuhan tetap berdaulat penuh.
    jadi jangan pernah menjudge orang dengan membawa nama Tuhan, apalagi dengan alasan membela Dia. karena kitalah sebenarnya yang harus dibela oleh Dia, karena kita yang berdoa memohon padanya (rezeki, perlindungan, keselamatan, dll). Bukan Dia yang memohon-mohon dan menyembah pada kita minta pembelaan.

  30. chika
    Sabtu, Januari 26, 2008 pukul 10:43 am | #30

    mana mungkin orang ciptain bulan,sudah jelas-jelas di Alkitab ditulis, pada hari keempat benda-benda langit itu sudah Tuhan Yesus yang ciptakan. yeeeee!

  31. fg
    Sabtu, Januari 26, 2008 pukul 12:03 pm | #31

    kalo memang ciptaan mc
    bikin bulan lagi dong!!!!!!!!!!!

  32. irfan
    Minggu, Februari 24, 2008 pukul 5:12 pm | #32

    Semuanya yang menciptakan hanyalah Allah S.W.T. Dan hanya dia yg Maha tau segalanya.

  33. irfan
    Minggu, Februari 24, 2008 pukul 5:15 pm | #33

    “ALLAHU AKBAR”!!!!!!! “LAILAHAILALLAH, MUHAMMADURRASULULLAH”

  34. rangga
    Jumat, Agustus 1, 2008 pukul 11:51 am | #34

    IA KABARNYA DIBULAN JUGA DITEMUKAN PEMPES BAYI DAN CELANANYA.. MUNGKIN BAYI BAYI MASA DEPAN DARI ABAD 22 KAYAK DORAEMON

    • vhie2
      Jumat, September 4, 2009 pukul 9:35 am | #35

      eh… suka film kartun ea…

  35. ELANDA SKANSA TPI
    Kamis, September 18, 2008 pukul 7:45 am | #36

    huh….
    cape” dehh…
    udah jelaz2 klo bulan ntu ciptaan
    ALLAH SWT
    buktinya udah jelaz2 tertera diAL-QUR”AN

  36. max
    Kamis, Januari 8, 2009 pukul 3:57 am | #37

    Selalu Tuhan Yang Maha Kuasa yang menciptakan sesuatu di alam ini….

    dan ingat manusia hanya disuruh-Nya untuk menemukan apa-apa yang menjadi tanda Kekuasaan-Nya..

  37. dobin
    Minggu, Maret 8, 2009 pukul 9:21 am | #38

    truhan naon sok ma gwa,
    bulAN ya Ciptaan ALLAH SWT.
    Low BuaTan Manusia,bikinin DonK yg BentUk CinTa.

  38. muchtar kusuma atmaja
    Kamis, Juli 2, 2009 pukul 2:55 am | #39

    ngaco………!!!!
    jngan ad yang percya….
    percayalah kepada ALLAH SWT…

  39. vhie2
    Jumat, September 4, 2009 pukul 9:33 am | #40

    yach… percaya ga’ percaya dech…
    mw bilang tuch salah… takut bener, mw bilang bener… takut salah…
    tapi mungkin juga lho…
    spa yang tw tentang msa lalu tho…?

  40. libra
    Senin, September 14, 2009 pukul 3:53 am | #41

    wow aq kagum banget ma u, u cantik banget………

  41. Aku bagus dw
    Senin, November 2, 2009 pukul 11:58 am | #42

    Aslkm.wr.wb.
    Bulan sdh psti buatan Allah SWT. Justru kesempurnaan bulan itulah (yg sdh disebutkan diatas td “perbandingan jarak,perbandingan besar,struktur pembentuk bulan sehingga memantulkan cahaya,rotasinya.dll”) menunjukan kebesaran Allah SWT.
    Allah menciptakan seluruh alam semesta dan isinya dgn penuh kesempurnaan,semuanya berfungsi sesuai dgn peranan masing2.
    Tdk usah pusing2 atau jauh2 memikirkan bulan yg hanya benda mati. Lihat saja yg dekat dgn kita yaitu diri kita sendiri.
    Kita adalah benda hidup,apakah anda tidak melihat hal ini sebagai sesuatu yg ajaib?
    Bagaimana kita mempunyai otak sehingga bisa berpikir, bgm kita mempunyai sendi2 shg kita bisa bergerak dgn luwes (tdk spt robot), bgm antara organ2 tubuh yg satu dgn yg lain dpt bekerja dgn sinkron,saling melengkapi,bekerja otomatis tdk perlu kita perintah/kita atur.
    Sesungguhnya klo kita mau berpikir, pembuatan kita lbh rumit drpd “hanya” bikin bulan.
    Bandingkan jg bgm tata surya yg tdk terhingga ini bisa teratur pergerakannya sampai skrng? Bgm tata surya kita tdk bertabrakan dgn tata surya yg lain. Padahal galaksi kita terdiri dr ribuan tata surya. Yg semuanya bergerak mengelilingi pusat galaksi kita.
    Lantas bagaimana ribuan galaksi yg ada yg terdiri dr ribuan tata surya tdk bertabrakan dgn galaksi yg lain yg bersama sama bergerak mengelilingi pusat alam semesta ini.
    Siapakah yg mengatur dengan sempurna itu semua kawan? Apakah jg manusia pra sejarah itu yg konon sdh memiliki teknologi amat sangat canggih itu? Sangat-sangat tdk mungkin.
    Jd kalo hanya mengatur bulan dgn kesempurnaannya untuk mendampingi bumi dgn segala fungsinya adalah salah satu “pekerjaan” yg amat sangat kecil dibandingkan “pekerjaan” Allah SWT dlm mengatur seluruh alam semesta ini.
    Saya yakin, yg mengeluarkan hipotesa bulan buatan manusia adalah ilmuwan2 yg sangat pintar, yg mungkin kepintarannya melebihi kita semua. Tp sayang sekali mereka tdk melihat dgn spektrum yg lbh luas lg. Hanya memfokuskan pada bagaimana bulan bisa begitu.
    Misalkan didunia ini ada orang paling pintar seduniapun, pasti ttp ada batasnya. Karena kepintaran manusia itu mmg ada batasnya. Ada hal2 yg tdk bisa dijangkau oleh kekuatan akal pikiran kita. Sehingga kita hanya bisa menerka nerka. Oleh karena itu kita dalam berpikir hendaknya selalu melihat dlm skala yg lbh luas lg. Diatas langit msh ada langit lg. Semua itu semata mata agar kita semakin bisa mengagungkan kebesaran tuhan yg tdk terbatas. Shg imtaq kita bertambah. Amin.

  42. Aku bagus dw
    Senin, November 2, 2009 pukul 12:10 pm | #43

    Jd buat temen2 yg sdh baca ini. Jgn sampai goyah pikiran kita/ sampai benar2 beranggapan bulan buatan manusia.
    Diatas semua itu mari kita tetap berpikir keras untuk memecahkan misteri2 yg ada didunia ini yg belum terpecahkan, tentunya dgn batas kemampuan kita.
    akhir kata mari kita sama2 bersaksi bahwa Tiada Tuhan Selain Allah SWT yg maha esa,yg maha agung, yg maha tinggi dan maha suci. Dan kita bersujud menyembahnya. Amin.

    Email ke : xwaawaax@yahoo.com

  1. Sabtu, Oktober 27, 2007 pukul 5:50 pm | #1